Tampilkan postingan dengan label Kendali Elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendali Elektronik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

Cara Buat Desain PCB menggunakan Livewire PCB Wizard

Salah satu software untuk membuat desain dan skematik rangkaian elektro ( baik elektronika ataupun electricity) adalah Livewire, program yang sangat bermanfaat sekali setidaknya bagi anak elektro karena selain dapat merangkai / membuat desain juga dapat mensimulasikan hasil dari rangkaian tadi.

Jika anda  tidak memiliki softwarenya bisa anda download dari link dibawah ini :

Tulisan kali ini tidak akan berbicara mengenai penjelasan menggunakan livewire itu sendiri karena untuk penggunaannya sangatlah mudah, tinggal drag and drop saja komponen yang kita butuhkan. Yang ingin ditekankan dalam tulisan kali ini yaitu mengenai bagaimana merubah hasil rangkainan skematik yang telah kita buat dalam bentuk PCB ( printed circuit board ) yang nantinya akan digunakan dalam merancang komponen sebenarnya.
Misal kita telah merancang skematik , lalu kita pilih pada menu Tools --> Convert --> Design to Printed Ciurcuit Board, seperti gambar bergikut:

Lalu akan muncul dua pilihan seperti gambar berrikut:

No, untuk menyusun sendiri skema pada PCB dan yes untuk melakuakn penyusunan skema PCBsecara otomatis, jika telah berhasil menghasilkan gambar sebagai berikut, dan sekarang silahkan lanjutkan ke dalam proses pembuatan PCB,


Transistor Sebagai Penguat

Transistor Sebagai Penguat

Salah satu fungsi transistor yang paling banyak digunakan di dunia Elektronika Analog adalah sebagai penguat yaitu penguat arus,penguar tegangan, dan penguat daya. Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic, Pree-Amp Head, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain.

Prinsip kerja transistor pada contoh rangkaian di bawah adalah, arus kecil pada basis (B) yang merupakan input dikuatkan beberapa kali setelah melalui Transistor. Arus output yang telah dikuatkan tersebut diambil dari terminal Collector (C). Besar kecilnya penguatan atau faktor pengali ditentukan oleh beberapa perhitungan resistor yang dihubungkan pada setiap terminal transistor dan disesuaikan dengan tipe dan karakteristik transistor. Signal yang diperkuat dapat berupa arus DC (searah) dan arus AC (bolak-balik) tetapi maksimal tegangan output tidak akan lebih dari tegangan sumber (Vcc) Transistor.

Rangkaian transistor sebagai penguat

Bentuk signal input dan output penguatan


Pada gambar pertama (Transistor Sebagai Penguat), tegangan pada Basis (dalam mV) dikuatkan oleh Transistor menjadi besar (dalam Volt). Perubahan besarnya tegangan output pada Collector akan mengikuti perubahan tegangan input pada Basis. Pada gambar kedua dapat terlihat perubahan dan bentuk gelombang antara input dan output yang telihat melalui Osciloscope.

Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan output, penguat transistor dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
  1. Common Base
    Penguat Common Base digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input dan Collector adalah output sedangkan Basis di-ground-kan/ ditanahkan.



    Sifat-sifat Penguat Common Base:
    • Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil
    • Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil
    • Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi
    • Dapat dipakai sebagai buffer
  2. Penguat Common Emitor
    Penguat Common Emitor digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan output adalah Collector.



    Sifat-sifat Penguat Common Emitor:
    • Signal output berbeda phasa 180 derajat
    • Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.
    • Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah)
    • Stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor
  3. Penguat Common Collector
    Penguat Common Collector digunakan sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama dengan Common Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hapir sama dengan tegangan input.



    Sifat-sifat Penguat Common Collector:
    • Signal output dan sigal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor)
    • Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu)
    • Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor)
    • Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer

konduktor semikonduktor dan isolator

Pengertian Konduktor

Pengertian Konduktor, Semi Konduktor dan IsolatorKonduktor adalah bahan yang di dalamnya banyak terdapat elektron bebas mudah untuk bergerak.Tarikan antara elektron yang berada dalam edaran paling luar dan intinya adalah sangat kecil, hingga dalam suhu normal  pun ada satu atau lebih elektron yang terlepas dari atomnya.
Elektron bebas ini bergerak-gerak secara acak dalam ruang di celah atom-atom.  Gerakan elektron-elektron ini dinamakan bauran ( difusi ).
Contoh penghantar : besi, tembaga, aluminium, perak, dan logam  lainnya.


Pengertian Semi Konduktor

Semi Konduktor (setengah penghantar) adalah suatu bahan yang tidak layak disebut sebagai penghantar, juga tidak layak disebut sebagai bukan penghantar (Isolator).
Contoh: Germanium.
Dalam bahan ini hanya ada satu atau dua atom yang kehilangan elektron dari  seratus juta ( 108 ) atom.

Pengertian Isolator

Isolator (bukan penghantar) adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh: karet, plastik, kertas, kayu, mika, dan sejenisnya.
Pada isolator semua elektron terikat pada atomnya dan tidak ada elektron yang bebas. Jenis bahan seperti ini digolongkan sebagai penyekat atau bukan penghantar (Isolator).
Pengertian Konduktor, Semi Konduktor dan Isolator secara sederhana seperti yang dijelaskan diatas.